Apakah Penambangan Mata Uang Kripto Membawa Dampak Buruk untuk Lingkungan?

 

Sebelum pembahasan tentang efek mata uang kripto terhadap lingkungan dimulai, saya harus menyamakan konteks dan memastikan semua orang memiliki persepsi yang sama mengenai hal ini. Apa sebenarnya penambangan mata uang kripto dan kripto itu sendiri? 

 

Penambangan kripto mengacu pada proses penyelesaian persamaan kriptografi (keamanan informasi) melalui kekuatan pemrosesan komputer atau yang disebut dengan komputasi. Untuk membangun blockchain, dibutuhkan keterlibatan validasi blok data dan menambahkan catatan transaksi ke dalam catatan publik. Dengan menggabungkan kekuatan pemrosesan dari penambang, mata uang kripto memberikan imbalan untuk upaya ini, sambil terus bekerja untuk mempertahankan buku besar transaksi yang terdesentralisasi yang tidak dapat dilacak oleh entitas tunggal mana pun. Seluruh jaringan perangkat terlibat dalam proses penambangan kripto dan catatan bersama yang dihasilkan dan disimpan sebagai bagian dari blockchain saat penambang bekerja untuk mendapatkan imbalan dalam bentuk mata uang kripto.



Penambangan Mata Uang Kripto dan Dampaknya Terhadap Lingkungan

 

Dari asal-usul yang tidak jelas, Mata uang kripto jelas telah berkembang pesat. Institusi tradisional yang pernah meragukan dan menolak gagasan tentang keuangan terdesentralisasi ini, kini telah mengambil langkah untuk melegitimasi teknologi revolusioner tersebut. Alasan dari keraguan ini tidaklah berdasar, karena mata uang kripto pernah dijadikan alat yang digunakan untuk transaksi kriminal berkat sifatnya yang privasi dan tidak dapat dilacak. Namun kini semakin banyak organisasi yang telah mengadopsi tentang kebijakan dan pengamatan mata uang kripto, industri telah melihat pertumbuhan besar-besaran dalam beberapa jenis koin tertentu seperti Ethereum dan Bitcoin. Keduanya telah menunjukkan peningkatan nilai yang besar dalam dekade terakhir, karena adopsi arus utama keduanya telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa.

 

Terlepas dari semua keuntungan yang diciptakan, pecinta lingkungan dan beberapa orang yang skeptis masih mencela manfaat penambangan kripto dengan alasan bahwa hal tersebut sebenarnya lebih banyak menimbulkan kerugian, daripada keuntungan. Kekhawatiran yang timbul berkaitan dengan konsumsi energi penambangan kripto yang menghasilkan peningkatan emisi karbon dan berkontribusi pada perubahan iklim. Hal ini dikarenakan untuk menjalankan bitcoin dan cryptocurrency proof-of-work (protokol yang bertujuan mencegah dari serangan cyber) membutuhkan energi dalam jumlah besar, karena komputasi kompleks yang diperlukan untuk menamban. Dengan perkiraan terbaru, jaringan bitcoin menggunakan energi sebanyak negara Argentina (121 Terawatt-jam listrik per tahun). Belum lagi, penambang Bitcoin juga menggunakan peralatan penambangan dengan kecepatan tinggi dan menghasilkan hingga 11,5 kiloton limbah elektronik setiap tahun..

 

Berinvestasi dalam Mata Uang Kripto – Ramah Lingkungan

 

Tidak semua mata uang kripto memiliki dampak yang buruk – pernyataan umum tersebut tidak adil untuk sistem yang telah dikembangkan secara berkelanjutan. Blockchain proof-of-work tidak diragukan lagi telah memberikan banyak sekali dampak negatif pada lingkungan, tetapi nyatanya, ada cara yang lebih ramah lingkungan untuk berinvestasi pada mata uang kripto. Misalnya, blockchain seperti EOS dan Cardano yang menjalankan sistem Proof-of-Stake (PoS) sehingga tidak memerlukan banyak proses komputasi. Sistem PoS beroperasi dengan cara mengharuskan investor yang berpartisipasi untuk membeli token agar dapat bergabung dengan jaringan tersebut. Hal ini seolah-olah membatasi jumlah kekuatan yang dimiliki setiap individu terhadap investasi atau saham yang mereka miliki. Pada akhirnya, hal ini mendorong tanggung jawab dan menghilangkan rasa keserakahan yang dimiliki para investor. Dengan melarang jaringan besar untuk mengambil alih sistem dan melakukan komputasi dalam skema besar, hal ini dapat menghabiskan lebih sedikit energi yang dikonsumsi.

 

Dalam kasus Cardano, hal tersebut juga dapat menyediakan sistem yang bisa ditingkatkan saat dibutuhkan untuk memenuhi peningkatan permintaan mata uang kripto tanpa mengorbankan kecepatan atau efisiensi. Dibandingkan dengan jaringan Bitcoin, Cardano hanya menggunakan sekitar 6 Gigawatt-jam listrik per tahun. Sejalan dengan itu, EOSIO juga mengadopsi platform PoS serupa yang menggunakan token EOS pra-tambang yang dapat diperdagangkan di bursa mata uang kripto standar, seperti Coinbase, Binance, dan Kraken. Daya pikat jaringan ini terlihat jelas, karena bebas biaya, sederhana dan sangat terukur.

 

Saya sangat percaya bahwa mata uang kripto dan kelestarian lingkungan tidak harus saling terpisah di antara yang lain, ada investasi yang lebih ramah lingkungan untuk menyelamatkan investor dalam memperluas portofolio mereka. Seperti halnya semua investasi, individu harus memastikan bahwa mereka membeli ke platform yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga lebih ramah lingkungan demi memperpanjang umur planet yang kita tempati.